Hari ini, 2 Februari, Kepala Badan Investasi Nasional di bawah Presiden Republik Kyrgyz, Ravshanbek Sabirov, bertemu dengan perwakilan dari perusahaan Shanghai Minghou Xufu Business Consulting Management Co., Ltd. dan Anté Lingkun (Shanghai) Technology Co., Ltd.
Kunjungan delegasi China ke Republik Kyrgyz merupakan hasil dari kesepakatan yang dicapai selama partisipasi perwakilan Badan Investasi Nasional dalam Forum Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Perdagangan-Ekonomi Asia Tengah yang berlangsung di Shanghai pada bulan Januari 2026. Dalam kerangka forum ini, pihak-pihak telah mencapai kesepakatan utama untuk mengalihkan kerjasama ke tahap praktis.
Dalam pertemuan tersebut, pihak-pihak membahas proyek investasi konkret yang berfokus pada digitalisasi, pembangunan berkelanjutan, dan modernisasi infrastruktur perkotaan dan sosial, termasuk inisiatif yang dapat dilaksanakan di wilayah kota Tokmok. Secara khusus, proyek-proyek berikut telah dibahas:
* Proyek "Kota Ekologi Global" yang bertujuan menciptakan lingkungan perkotaan yang berkelanjutan melalui penggunaan teknologi ramah lingkungan dan cerdas, termasuk sistem manajemen infrastruktur digital;
* Proyek "Platform Perdagangan Elektronik Inovasi Digital" yang bertujuan membangun ekosistem elektronik dan layanan modern yang berfokus pada integrasi proses bisnis dan perdagangan;
* Proyek "Sistem Transportasi Umum Cerdas" yang bertujuan memperkenalkan solusi digital dan cerdas untuk meningkatkan efisiensi dan keamanan infrastruktur transportasi perkotaan;
* Proyek "Kota Medis Cerdas" yang bertujuan membangun kluster layanan medis modern melalui penggunaan teknologi digital, telemedicine, dan sistem manajemen cerdas.
"Bagi kami, sangat penting bahwa proyek investasi tidak hanya tetap pada tingkat konsep, tetapi juga beralih ke implementasi praktis. Republik Kyrgyz tertarik pada kerjasama yang dapat memastikan teknologi baru memberikan hasil yang spesifik, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kualitas hidup warga. Badan Investasi Nasional siap memberikan dukungan institusional yang beragam untuk melaksanakan inisiatif dalam kerangka hukum Republik Kyrgyz," tegas Ravshanbek Sabirov.
Sebagai hasil dari pertemuan tersebut, Badan Investasi Nasional di bawah Presiden Republik Kyrgyz dan perwakilan perusahaan China telah menandatangani Nota Kesepahaman untuk mengembangkan kerjasama investasi dan teknologi, serta memantau proyek bersama yang berpotensi di masa depan.
Pihak-pihak telah menegaskan minat bersama untuk melanjutkan kerjasama praktis, menyiapkan proposal proyek yang terperinci, dan menarik investor serta mitra teknologi.












